Mengenal Tanaman Pineapple weed : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan


Tanaman Pineapple weed merupakan tanaman yang masuk ke dalam tanaman liar yang banyak ditemukan tumbuh di pinggir jalan, tanah terbengkalai, dan tanah lapang. Dan memang tanaman ini sering dianggap sebagai tanaman gulma yang mengganggu. Namun, anggapan tersebut tak sepenuhnya benar. Sebab selain tumbuh liar, tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai tanaman konsumsi. 

 

Semua bagian dari tanaman ini bisa kita manfaatkan untuk diolah menjadi salad dan minuman teh setelah dikeringkan. Dan khasiat dari tanaman pineapple weed juga tak kalah baik dari tanaman sayuran lainnya. Tanaman ini mempunyai kandungan flavonoid yang kaya akan antioksidan tinggi dan baik bagi tubuh kita. 

 

Nah, sebelum kalian memanfaatkan tanaman pineapple weed, maka tak ada salahnya untuk mengenal tanaman ini lebih jauh, mulai dari klasifikasi sampai dengan pembudidayaannya. Dan pada kesempatan kali ini akan dijelaskan mengenai hal tersebut. Yuk, mari disimak ! 

 

1. Klasifikasi
    • Kerajaan  : Plantae 
    • Divisi        : Magnoliophyta 
    • Kelas        : Magnoliopsida 
    • Ordo         : Asterales 
    • Famili       : Asteraceae 
    • Genus      : Matricaria 
    • Spesies   : Matricaria discoidea 

 

2. Habitat dan Persebaran 

Tanaman Pineapple weed mempunyai habitat tumbuh yang banyak ditemukan di tempat kering seperti pinggir jalan, padang rumput berbatu, ladang terbengkalai, dan tanah lapang. Sama halnya tanaman gulma lainnya, tanaman ini juga tumbuh secara liar dengan menyebar sangat cepat. Maka tak heran kebanyakan tanaman pineapple weed sering dibasmi karena tumbuhnya mengganggu tanaman pertanian lainnya.

 

Akan tetapi, sekarang ini sudah ada pemanfaatan dari tanaman tersebut dengan dijadikan sebagai tanaman konsumsi. Namun hal tersebut masih dalam skala kecil, dan kebanyakan yang mengonsumsinya merupakan orang-orang yang tempat tinggalnya masih asri dengan berbagai tumbuhan liar. Umumnya berada di daerah pedesaan dan daerah yang terdapat padang rumput.

 

Serta awal mulanya tanaman ini berasal dari wilayah Asia Timur Laut tepatnya di daerah Oblast Amur, Semenanjung Kamchatka, Khabarovsk Krai, Kepulauan Kuril, Oblast Magadan, Primorsky Krai, Sakhalin, dan Hokkaido. Selain itu ada juga yang berada di Amerika Utara bagian Alaska tengah sampai ke California. Dan di daerah tersebut tanaman pineapple weed juga kebanyakan dianggap sebagai tanaman gulma yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan salad.

 

3. Morfologi 

A. Bagian Akar 

Tanaman ini memiliki akar dengan sistem perakaran tunggang yang mampu menembus tanah dengan kedalaman kira-kira 5-10 cm. Dan akarnya mempunyai warna putih kecoklatan dengan paduan serabut-serabut akar kecil pada bagian akar utama. Selain itu, akarnya tersebut dapat bertahan di tanah yang kering tempat tumbuhnya.

 

B. Bagian Batang 
Pada bagian batang tanaman pineapple weed terdapat bulu-bulu halus di permukaannya. Serta batangnya termasuk ke dalam batang basah, artinya pada batang tanaman tersebut mengandung air. Dan batangnya tumbuh secara bercabang dan ditumbuhi daun pada setiap ruasnya. Dan juga warna batangnya adalah hijau cerah, namun apabila tanaman sudah mencapai usia tua akan memiliki batang yang kecoklatan.

 

C. Bagian Daun 

Daun tanaman ini memiliki bentuk jarum secara bercabang dan berwarna hijau terang. Serta pada bagian daun tersebut terdapat bulu halus di permukaannya. Selain itu, saat daunnya di remas akan mempunyai aroma khas seperti nanas. Serta daunnya tersebut dapat dikonsumsi dalam bentuk salad atau dimasak menjadi olahan lainnya. Umumnya panjang daunnya kira-kira 2-4 cm yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya.

 

D. Bagian Bunga 

Tanaman ini memiliki bunga berbentuk bulat mengerucut dan tidak terdapat mahkota bunga. Warna bunganya adalah hijau kekuningan dengan pinggiran berwarna putih. Dan saat bunganya dihancurkan akan mengeluarkan bau seperti nanas. Serta bunganya tersebut dapat diolah menjadi tepung setelah dikeringkan, atau juga bisa diseduh menjadi minuman semacam teh. Rasanya pun sedikit pahit, namun masih enak untuk diminum. 

 

E. Bagian Buah 

Buah pineapple weed memang tak tampak dan hampir tidak mempunyai bentuk. Karena tanaman ini bereproduksi dengan bunganya yang sudah mengering dan menyisakan benang-benang sari yang sudah kering. Dan kemudian jatuh ke tanah, saat bunga kering tersebut terkena tanah yang lembab maka kemungkinan akan memunculkan tumbuhan pineapple weed baru atau bibitnya. 

 

F. Bagian Biji 

Tanaman  pineapple weed memiliki biji yang terkandung pada bunga yang sudah mengering dalam bentuk benang sari kering. Memang bunga yang sudah mengering tersebut menjadi alat perkembangbiakan untuk bibit tanaman pineapple weed baru.

 

4. Manfaat 

Selain tumbuh menjadi tanaman gulma, ternyata tanaman ini mempunyai manfaat yang luar biasa. Manfaat tersebut bisa berupa tanaman  konsumsi maupun tanaman obat atau bermanfaat dalam bidang kesehatan, diantaranya adalah sebagai berikut : 

1. Mengatasi Insomnia 
2. Merawat Kesehatan Kulit 
3. Sebagai Aromaterapi 
4. Memperkuat Kekebalan Tubuh 
5. Mengobati Demam 
6. Sebagai Antiparasit 
7. Mengobati Gangguan Pencernaan 
8. Mengobati Infeksi Luka 
9. Mengobati Flu
10. Meredakan Nyeri Ringan

 

5. Jenis-Jenis 

Tanaman  pineapple weed untuk jenisnya belum diketahui secara pasti, namun sebagian besar bentuk morfologi tanaman ini tidak memiliki perbedaan yang mencolok dengan jenis yang satu dengan yang lainnya. Dan juga dalam pemanfaatannya juga tidak berbeda, serta untuk dimanfaatkan sebagai tanaman konsumsi maka lebih baiknya mencari di tempat yang sekiranya aman dari kontaminasi zat kimia. Karena kebanyakan tanaman ini sering dianggap gulma maka tak menutup kemungkinan bahwa tanaman ini bisa saja disemprot menggunakan pestisida.


6. Pembudidayaan 

Dalam pembudidayaan tanaman pineapple weed nyatanya cukup mudah, baik dilakukan oleh pemula maupun yang sudah pengalaman. Dan tanaman ini bisa tumbuh di tempat yang sekiranya mudah kita jumpai, seperti pinggir jalan, tanah lapang, ladang terbengkalai, dan juga pekarangan. 


Sebelum kalian menanam tanaman ini menggunakan pot atau media yang lainnya, akan lebih baik mengetahui terlebih dahulu proses perkembangbiakan tanaman pineapple weed. Dan untuk proses perkembangbiakannya, tanaman ini menggunakan bunga yang sudah mengering. Kalian dapat menyemai bunga kering tersebut di tanah yang lembab.


Bisa disebar di pekarangan rumah atau di tebar dalam pot. Dan setelah itu berilah sedikit air supaya tanahnya menjadi lembab. Kemudian tunggulah beberapa hari sampai muncul bibit baru yang bermunculan dari balik tanah. Nah, setelah itu tinggal lah lakukan perawatan dengan memberinya penyiraman air.


Dan dalam perawatan tanaman ini tidak terlalu ekstra, cukup memberinya air saja tanaman pineapple weed sudah bisa tumbuh subur. Memang di habitat aslinya tanaman ini tumbuh secara liar dan menyebar dengan cepat tanpa perawatan sekalipun. Jadi, kalian hanya tinggal menunggu tanaman tersebut tumbuh lebat dan kemudian memanennya.


Dan cukup sekian penjelasan mengenai tanaman pineapple weed. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.