Mengenal Tanaman Krokot : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan


Tanaman Krokot merupakan salah satu tanaman yang mudah kita temukan di berbagai tempat, dan dengan daya tahannya terhadap berbagai kondisi lingkungan sehingga menjadikan tanaman ini sebagai tanaman tahan banting, namun istilah tersebut hanyalah sebagai kiasan untuk menyebut tanaman krokot yang dapat tumbuh subur secara liar.

 

Oleh sebab itu tak jarang juga tanaman krokot ini tumbuh berdampingan dengan tanaman pertanian dan para petani menganggapnya sebagai tanaman gulma. Akan tetapi ada juga petani yang malah membudidayakan tanaman krokot ini, sebab di samping sebagai tanaman gulma ternyata krokot dapat dijadikan tanaman konsumsi.

 

Nah, bagi kalian yang belum mengenal tanaman krokot. Maka pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit penjelasan mengenai tanaman krokot dari klasifikasi sampai dengan pembudidayaannya. Yuk, mari disimak !

 

1. Klasifikasi
    • Kerajaan  : Plantae
    • Divisi        : Magnoliophyta
    • Kelas        : Magnoliopsida
    • Ordo         : Caryophyllales
    • Famili       : Portulacaceae
    • Genus      : Portulaca campestris L.

 

2. Habitat dan Persebaran

Tanaman Krokot mempunyai habitat di daerah beriklim tropis maupun di daerah beriklim sedang, dan dapat tumbuh subur di berbagai tempat, salah satunya di pinggir jalan. Tanaman krokot termasuk ke dalam jenis tanaman sukulen yang mampu tumbuh di dataran tinggi maupun rendah.

 

Diperkirakan tanaman krokot tersebut awalnya berasal dari Amerika Selatan dan mampu tumbuh pada ketinggian 1.800 mdpl. Memang tanaman krokot ini tidak perlu membutuhkan perawatan ekstra saat membudidayakannya. Karena kemampuan tumbuhnya yang luar biasa, serta tumbuh di berbagai tempat secara liar.

 

Di Indonesia sendiri, krokot banyak dibudidayakan sebagai tanaman sayur maupun sebagai tanaman hias. Karena krokot tersebut apabila berbunga dan mekar akan membuat kita merasa terkagum melihat keindahan bunganya. Maka tak jarang sekarang ini tanaman krokot mulai di tanam dengan cara digantung di depan rumah atau disebar di pekarangan rumah.

 

3. Morfologi

A. Bagian Akar

Tanaman krokot mempunyai bentuk perakaran tunggang yang terdapat akar kecil di sekitar akar utama. Warna akarnya yaitu berwarna putih kecoklatan dan bahkan ada juga yang berwarna merah. Akar tersebut mampu melekat pada sela-sela batuan dalam kondisi tanah yang kering.

 

Sejak dulu akar krokot tersebut banyak dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat. Caranya dengan mengeringkan akar tersebut kemudian menyeduhnya dengan air panas lalu meminumnya. Rasanya pun mungkin sedikit hambar bagi yang baru pertama kali mencobanya.

 

B. Bagian Batang

Batang krokot memiliki bentuk bulat memanjang dan merayap pada tanah. Serta terdapat cabang-cabang di sekitar batang utama. Dan warnanya adalah merah keunguan serta ada juga yang hijau kekuningan. Selain itu batang krokot termasuk ke dalam jenis batang basah atau mengandung air.

 

Jadi hal tersebut mampu membuat tanaman krokot bertahan pada kondisi kering. Dan panjang batangnya mampu tumbuh hingga mencapai 10-50 cm. Biasanya bagian batang ini dapat dikonsumsi sebagai masakan sayur.

 

C. Bagian Daun

Krokot mempunyai daun berbentuk bulat lonjong yang tumbuh pada batang secara tunggal. Dan warna daunnya adalah hijau dan ada juga yang berwarna merah keunguan. Serta panjangnya sekitar 1-3 cm dengan lebar 1-2 cm. Daun krokot tersebut juga memiliki kandungan air di dalamnya, yang apabila kita peras mampu mengeluarkan air. Selain itu, daun krokot tersebut dapat dikonsumsi untuk lalapan maupun ditumis.

 

D. Bagian Bunga

Bunga krokot tumbuh pada ujung tangkainya dan memiliki mahkota bunga 2-6 buah ketika sedang mekar. Dan saat mekar pun bunga krokot tersebut memiliki keindahan yang menakjubkan dengan beragam warna, mulai dari merah, kuning, ungu, sampai putih. Namun, bunga krokot hanya bertahan seharian saat mekar dan akan layu ketika menjelang sore hari.

 

E. Bagian Buah

Krokot ketika sedang berbuah memiliki bentuk seperti kotak dan berwarna hijau. Dan pada bagian dalam buahnya terdapat biji krokot yang jumlahnya banyak. Buah krokot akan muncul setelah bunganya mengalami penyerbukan dan setelah itu akan layu, kemudian munculah bakal buah yang akan menjadi buah lengkap dengan bijinya.

 

F. Bagian Biji

Biji krokot memiliki bentuk bulat kecil dan memiliki warna hitam mengkilat. Dan untuk mengetahui biji krokot berisi atau tidak, kalian dapat merendamnya ke dalam air, kemudian kalau ada biji yang tenggelam berarti itulah biji krokot yang berisi. Begitupun sebaliknya dengan biji krokot yang terapung.

 

4. Manfaat

Selain dianggap sebagai tanaman gulma, ternyata tanam krokot ini mempunyai kandungan yang baik bagi tubuh kita, diantaranya adalah vitamin A,  vitamin B, vitamin C, zat besi, mangan, magnesium, fosfor, sodium, phospat, dan masih banyak lagi. Dan dalam bidang kesehatan, krokot juga mempunyai khasiat yang luar biasa, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Obat Diare
2. Obat Disentri
3. Mengatasi Hipertensi
4. Mengatasi Wasir
5. Melancarkan Peredaran Darah
6. Obat Cacingan
7. Meringankan Asma
8. Membantu Diet
9. Menjaga Kesehatan Mata
10. Menghambat Penyakit Tumor
11. Meningkatkan Kesehatan Jantung
12. Mencegah Resiko Kanker
13. Memperkuat Tulang
14. Menyehatkan Kulit
15. Melancarkan Sirkulasi Darah

 

5. Jenis-Jenis Krokot

Di Indonesia, tanaman krokot memiliki jenis yang beragam mulai dari krokot merah, krokot hijau, dan krokot kuning. Dan semuanya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh kita. Serta semua jenis krokot tersebut dapat tumbuh subur ketika ditanam di Indonesia. Dan tidak perlu lahan luas untuk menanamnya, cukup memanfaatkan media pot.

 

6. Pembudidayaan

Dalam pembudidayaannya, tanaman krokot bisa dibilang sangat mudah, karena untuk menanam tanaman tersebut tidak perlu membutuhkan perawatan ekstra. Kalian dapat menanam tanaman krokot menggunakan bijinya atau juga bisa menyetek dengan batangnya.

 

Media tanam yang digunakan pun tidak perlu terlalu luas, cukup menggunakan pot saja tanaman krokot mampu tumbuh subur. Dan jangan lupa berikan perawatan pada tanaman krokot dengan menyiramnya secara berkala dan memberikan pupuk minimal sebulan sekali, bisa menggunakan pupuk kompos maupun pupuk kandang.

 

Setelah tanaman krokot tumbuh dengan lebat, maka kalian dapat memanennya dan memanfaatkannya untuk dikonsumsi. Kalian bisa mengolahnya menjadi salad, pecel, dan sup krokot. Dan rasanya pun enak dan bikin ketagihan bagi yang memakannya.

 

Dan itulah beberapa penjelasan mengenai tanaman krokot yang bisa kalian ketahui. Serta cukup sekian saja pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.