Mengenal Tanaman Kaktus Pir : Klasifikasi, Habitat, Morfologi, dan Pembudidayaan


Kaktus Pir merupakan tanaman yang mampu bertahan dalam kondisi kering sekalipun. Memang tanaman ini mempunyai struktur tubuh yang dirancang untuk tumbuh di tempat kering. Serta kaktus ini merupakan tanaman jenis sukulen yang mampu mempertahankan persediaan air pada batangnya.

 

Untuk dapat bertahan pada suhu yang tinggi, Kaktus Pir memiliki metabolisme tertentu. Tumbuhan ini akan membuka stomatanya pada waktu malam hari saat suhu dingin dibandingkan siang hari yang panas. Dan pada waktu malam hari, kaktus akan mengambil CO2 dari lingkungan dan kemudian menyimpannya pada vakuola untuk digunakan ketika fotosintesis berlangsung pada siang hari.

 

Nah, untuk mengetahui lebih dalam mengenai tanaman kaktus pir ini, maka pada artikel kali ini akan disajikan pembahasan mengenai tanaman kaktus pir mulai dari klasifikasi hingga pembudidayaannya. Oke, langsung saja kita mulai.

 

1. Klasifikasi
   • Kerajaan  : Plantae
   • Divisi        : Magnoliophyta
   • Kelas        :  Magnoliopsida
   • Ordo         : Caryophyllales
   • Genus      : Opuntia
   • Spesies   : Opuntia ficus-indica

 

2. Habitat dan Persebaran

Tanaman kaktus mempunyai habitat tumbuh pada lingkungan yang kering atau gurun. Sebab tanaman ini mempunyai akar yang panjang untuk mencari sumber mata air di dalam tanah. Dan setelah diserap, air tersebut akan disimpan pada batangnya dalam jangka waktu yang lama. Memang tanaman ini selama tumbuh di tempat kering tidak banyak melakukan penguapan, jadi kandungan air di batangnya mampu tersimpan lama.

 

Awal mulanya tanaman kaktus ditemukan di Benua Amerika tepatnya Meksiko, Texas, Arizona, Argentina, Bolivia, Peru, dan Brazil. Dan penemuan tanaman kaktus tersebut diperkirakan telah dimulai sebelum bangsa Eropa menemukan Dunia Baru. Akan tetapi pada waktu penjajahan Spanyol ke Amerika menyebabkan informasi mengenai tanaman kaktus perlahan mulai hilang.

 

Dalam buku yang berjudul Historia general y natural de las Indias (1535) yang ditulis oleh Hernandez de Ovideo y Valdez mendeskripsikan mengenai tanaman kaktus yang mempunyai duri yang khas dan buah yang unik.

 

Masuknya tanaman kaktus ke Indonesia pertama kali terjadi antara tahun 1900-an, yang pada waktu itu pemerintah Hindia Belanda mendatangkan bibit kaktus dalam jumlah besar yang digunakan sebagai pakan ternak. Terutama terjadi di daerah Madura, Lombok Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Namun, ternak yang diberikan tanaman kaktus tersebut tidak menyukainya.

 

Dan pada tahun 30-an, jenis kaktus Opuntia elatior mulai didatangkan ke Pulau Jawa. Tujuan mendatangkan kaktus jenis tersebut adalah untuk membiakkan kumbang koksi yang mampu mengatasi masalah hama kutu hijau Acid pada tanaman kopi dan cokelat di perkebunan.

 

3. Morfologi

A. Bagian Akar

Tanaman kaktus mempunyai akar yang panjang dan mampu menembus tanah beberapa meter untuk menemukan sumber air. Tanaman ini mempunyai akar tunggang yang tumbuh lurus masuk jauh ke dalam tanah atau pasir dan juga mempunyai akar-akar serabut yang tumbuh secara menyebar menyamping berfungsi untuk menyerap air sebanyak-banyaknya.

 

B. Bagian Batang

Pada bagian batang kaktus terdapat lapisan lilin tebal yang berfungsi untuk menahan dari panas matahari dan mengurangi penguapan. Selain itu bentuk batangnya yang besar digunakan untuk menampung cadangan air dalam jangka waktu lama. Dan juga, pada waktu cuaca panas batang kaktus akan mengkerut dikarenakan kadar air dalam batangnya menurun.

 

Dan setelah malam hari atau waktu hujan mulai turun, batang kaktus tersebut akan kembali mengembang dan digunakan untuk menyimpan air sebanyak-banyaknya. Umumnya cadangan air yang tersimpan diubah dalam bentuk getah yang tidak mudah menguap. Serta pada batang kaktus tersebut banyak tumbuh duri sebagai pengganti daun.

 

C. Bagian Daun

Daun kaktus umumnya memiliki bentuk yang menyerupai duri dan berukuran kecil. Sebab dengan bentuk daun seperti itu dapat meminimalisir terjadinya penguapan dan cadangan air dapat tersimpan lebih lama. Namun, ada juga kaktus yang tidak memiliki daun sama sekali, melainkan hanya duri saja.

 

Dan dalam waktu proses fotosintesis, tanaman kaktus menggunakan daun durinya serta batangnya yang kebanyakan berwarna hijau. Selain sebagai pengganti daun, duri tersebut juga berfungsi untuk melindungi kaktus dari hewan herbivora. Memang jarang sekali ada hewan herbivora yang ingin memakan kaktus dikarenakan adanya duri yang tumbuh pada batangnya.

 

D. Bagian Bunga

Bunga kaktus memiliki mahkota berbentuk pipa yang mempunyai warna beragam, mulai dari merah, kuning, jingga, ungu, dan putih. Dan bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi akan tumbuh dari bagian ketiak atau areola yang melekat pada batangnya serta tidak memiliki tangkai bunga. Biasanya bunga kaktus terletak pada bagian ujung batang atau pucuknya.

 

E. Bagian Buah

Buah kaktus sekilas mirip dengan buah pir, namun isinya seperti buah naga. Dan bakal buahnya berbentuk oval atau bulat yang muncul setelah bunga kaktus selesai melakukan penyerbukan dan kemudian layu. Umumnya buah kaktus yang banyak dimanfaatkan adalah jenis kaktus pir dan buah naga. Tak jarang peminatnya pun cukup banyak, karena rasanya pun yang manis serta menyegarkan.

 

Ketika matang buah kaktus memiliki warna merah keunguan yang mencolok. Saat itu juga buah kaktus bisa langsung dipetik dan dikonsumsi buahnya. Dan pada bagian dalam buahnya terdapat banyak sekali biji-biji kecil berwarna hitam, namun biji tersebut aman untuk dimakan. Memang sangat cocok sekali mengonsumsi buah kaktus saat berada di daerah kering. Selain bisa dikonsumsi mentah, ternyata buah kaktus dapat dijadikan minuman berupa jus.

 

F. Bagian Biji

Biji kaktus berukuran sangat kecil yang berada dalam jumlah banyak di dalam buahnya. Warna bijinya adalah hitam dan berbentuk bulat kecil. Selain itu biji kaktus dapat dimanfaatkan untuk membuat minuman penyegar yang mampu mengatasi panas dalam. Serta rasanya pun sangat menyegarkan ketika meminumnya.

 

4. Manfaat

Sejak dulu, suku-suku Indian di Meksiko telah memanfaatkan kaktus sebagai bahan makanan. Mereka kebanyakan mengolahnya menjadi selai, sup, dan keju. Dan dalam sebuah penelitian dikatakan  bahwa kaktus memiliki kandungan flavonoid yang tinggi. Flavonoid merupakan zat yang mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Banyak laporan berpendapat bahwa zat tersebut mampu melawan karsinogenik penyebab kanker.

 

Namun, tak cuma itu saja manfaat kaktus, dan masih banyak lagi manfaatnya diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Mengontrol Kadar Gula Darah
2. Melawan Radikal Bebas
3. Melancarkan Pencernaan
4. Menurunkan Kadar Kolesterol
5. Mempercepat Metabolisme Tubuh
6. Mengobati Peradangan
7. Mencegah dan Melawan Kanker
8. Mencegah Penuaan Dini
9. Menyamarkan Noda di Sekitar Mata
10. Menghilangkan Komedo
11. Melembabkan Kulit
12. Membantu Dalam Diet
13. Meredakan Sakit Perut
14. Mencegah Serangan Jantung
15. Menjaga Kesehatan Mata

 

5. Jenis- Jenis Kaktus Pir

Beberapa jenis kaktus pir yang banyak dikenal diantaranya adalah Opuntia dillenii, Opuntia engelinanii, Opintia ficus-indica, Opuntia playachatha, dan Opuntia santa-rita. Dan juga jenis kaktus pir berduri ini banyak dipetik buahnya dan menjadi populer berkat rasanya yang manis. Serta memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh, diantaranya potasium, kalsium, zat besi, magnesium, vitamin A, vitamin C, dan beta-karoten.

 

6. Pembudidayaan

Tanaman kaktus dapat ditanam menggunakan stek batang dan juga menggunakan bijinya. Namun, sebelum mulai menanam kaktus akan lebih baik apabila mengetahui syarat tumbuhnya yaitu berada pada ketinggian 1200 mdpl, suhu udara berkisar antara 16°C-34°C. Dan untuk penyemaian biji (benih) kaktus membutuhkan suhu antara 26°C-35°C.

 

Kaktus dapat juga hidup di tempat kering dengan cuaca panas dan intensitas curah hujan yang rendah. Selain itu, tanaman kaktus juga dapat ditanam pada indoor atau di dalam ruangan. Asalkan masih tetap diberi perawatan secara rutin dan untuk penyiraman nya tidak perlu dilakukan secara rutin. Karena tanaman kaktus masih memiliki cadangan air yang cukup pada batangnya.

 

Dan jangan sampai terjadi genangan air pada tanaman kaktus yang dapat mengakibatkan kaktus menjadi cepat membusuk dan akhirnya mati. Serta untuk media tanam yang digunakan bisa memakai pot atau ditanam di pekarangan rumah. Cara menanamnya pun cukup mudah, kalian tinggal membuat lubang pada pot yang sudah terisi tanah dan kemudian memasukkan potongan batang kaktus.

 

Setelah itu tinggal ratakan kembali dengan tanah dan letakkan pot di tempat yang sekiranya tepat sesuai keinginan kalian. Dan tanaman kaktus ini mampu bertahan dalam kondisi kering, namun tetap diberikan penyiraman air apabila tanaman  terlihat mengkerut atau layu. Meskipun tanaman ini aman, namun tetaplah berhati-hati dengan duri pada batangnya yang apabila terkena kulit dapat menyebabkan gatal maupun alergi.

 

Demikianlah pembahasan mengenai tanaman kaktus berjenis pir yang buahnya dapat dimakan. Semoga bermanfaat bagi kalian semua. Sekian dan terima kasih.