Makanan Hasil Samping : Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Teknik Pengolahan

Makanan Dari Bahan Pangan Hasil Samping

A. Pengertian 

Bahan bakunya berupa hasil dari perikanan dan peternakan. Bagian tulang, kulit, jeroan, kaki, sisik, dan bagian tubuh yang jarang dimakan. Bagian- bagian tersebut masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pangan hasil samping dan apabila diolah masih memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh. 

Biasanya hasil samping dari bahan pangan dapat diolah menjadi makanan siap saji seperti mie bakso, ceker ayam, keripik ceker ayam, kerupuk kulit, keripik usus ayam, gulai kepala ikan, dan peyek sisik ikan. 

B. Jenis dan Manfaat

Jenis-jenis bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat makanan dari hasil samping adalah sebagai berikut. 

1. Kepala ikan

Kepala ikan adalah bagian dari tubuh ikan yang terdapat insang, mata, dan mulut ikan. Bagian kepala ikan ini dapat diolah menjadi makanan seperti gulai kepala ikan, sup kepala ikan, dan keripik kepala ikan. Bagian kepala ikan juga memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang hampir sama dengan bagian tubuh ikan. Maka tak jarang hasil olahan kepala ikan memiliki nilai jual dan memberikan kebutuhan gizi. 

2. Kulit


Kulit adalah bagian paling luar yang menyelimuti daging. Kulit juga termasuk organ tunggal tubuh yang paling tinggi nilai ekonominya pada unggas yaitu sekitar 59% dari nilai keseluruhan produk yang dihasilkan. Untuk cara pengolahannya, kulit dapat diolah menjadi kerupuk, digoreng tepung, dan masakan lainnya.

3. Ceker ayam

Ceker ayam adalah bagian dari tubuh ayam yaitu bagian kakinya. Ceker ayam memiliki tekstur yang kenyal dan rasanya yang gurih membuat ceker ayam digemari oleh banyak orang. Dan ceker ayam ternyata masih memiliki kandungan gizi dan manfaat bagi tubuh seperti protein, kolagen, zat kapur, kalsium, dan kartilago. 

Cara mengolah ceker ayam yaitu dengan cara menjadikan produk pangan seperti keripik ceker ayam, bakso ceker ayam, sup ceker ayam, dan masakan lainnya. 

4. Tulang ikan

Tulang ikan dapat bermanfaat bagi tubuh karena memiliki kandungan kalsium yang mampu mencegah terjadinya osteoporosis dan memperkokoh tulang manusia. Selain mengandung kalsium tulang ikan juga mengandung vitamin D yang berguna bagi tubuh. 
 
Cara pengolahan tulang ikan yaitu dengan cara dikeringkan lalu digiling menjadi tepung. Setelah menjadi tepung dapat diolah menjadi produk olahan berupa camilan, seperti pangsit ikan, stik ikan, kerupuk ikan, dan masakan lainnya. 

C. Teknik Pengolahan Makanan

Teknik pengolahan makanan hasil samping dari bahan baku hasil dari perikanan dan peternakan dapat menggunakan teknik sebagai berikut :

a. Penggorengan

Menggoreng adalah cara memasak makanan dengan menggunakan minyak sebagai media penghantar panas. Adapun hasil olahan makanan yang menggunakan teknik penggorengan adalah ikan laut, daging ayam, keripik ceker, peyek belut, kerupuk kulit dan lain-lain.

b. Pengeringan

Pengeringan merupakan teknik untuk mengawetkan bahan makanan dengan cara dijemur atau diasapi. Bahan makanan yang dikeringkan bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai pada kadar tertentu sesuai yang diinginkan. Bahan makanan yang dikeringkan bisa terjaga keawetannya karena kadar airnya rendah sehingga organisme pembusuk tidak dapat tumbuh dan berkembang biak. Contoh bahan makanan yang menggunakan teknik pengeringan yaitu kerupuk, ikan asap, rengginang, karuk, dan lain-lain.

c. Penggilingan

Penggilingan merupakan teknik yang dilakukan dengan cara menggiling bahan makanan menggunakan alat penggiling. Biasanya bahan makanan yang digiling akan menjadi serbuk atau serpihan kecil yang nantinya akan diolah kembali menjadi makanan siap saji. Contoh bahan makanan yang menggunakan teknik penggilingan yaitu bakso, tepung tulang ikan, mie terigu, dan lain-lain.