Kisah Semar | Salah Satu Punokawan Yang Paling Tua

semar


Maya adalah sebuah cahaya hitam. Cahaya hitam tersebut untuk menyamarkan segala sesuatu. 


Yang ada itu sesungguhnya tidak ada. 
Yang sesungguhnya ada, ternyata bukan. 
Yang bukan dikira iya.
Yang wanter hatinya, hilang kewanterannya, sebab takut kalau keliru. 
Maya atau Ismaya, cahaya hitam, juga disebut semar atau tidak jelas. 


Semar atau Ismaya, diberi beberapa gelar yaitu : Batara Semar, Batara Ismaya, Batara Iswara, Batara Samara, Sanghyang Jagad Wungku, Sanghyang Jatiwasesa, Sanghyang Suryakanta La Sunyayuri, atau alam kosong, tidak diperkenankan menguasai manusia di alam dunia. 


Di alam Sunyayuri, Batara Semar dijodohkan dengan Dewi Sanggani, putri dari Sanghyang Hening. Dari hasil perkawinan mereka, lahirlah sepuluh anak, yaitu Batara Wungkuam atau Sanghyang Bongkokan, Batara Siwah, Batara Surya, Batara Candra, Batara Kwera, Batara Tamburu, Batara Kamajaya dan Dewi Sarmanasiti. Anak sulung yang bernama Wungkuam mempunyai anak cebol, ipel-ipel, dan berkulit hitam. Anak tersebut diberi nama Semarasanta dan diperintahkan turun dunia. Tinggal di padepokan Pujangkara, Semarasanta ditugaskan mengabdi kepada Resi Kanumanasa di Pertapaan Saptaarga.


Dikisahkan munculnya Semarasanta di Pertapaan Saptaarga, diawali ketika semarasanta dikejar oleh 2 harimau, ia lari sampai Saptaarga dan ditolong oleh Resi Kanumanasa. Ke dua harimau tersebut diruwat oleh Sang Resi dan ke duanya berubah menjadi bidadari yang cantik jelita. Yang tua bernama Dewi Kanesatren dan yang muda bernama Dewi Retnawati. Dewi Kanesatren diperistri oleh Semarasanta dan Dewi Retnawati menjadi istri Resi Kanumanasa. Mulai saat itu Semarasanta mengabdi di Saptaarga dan diberi sebutan Janggan Semarasanta.


Sebagai pamong atau abdi, Janggan Semarasanta sangat setia kepada Bendaranya. Ia selalu menganjurkan untuk menjalani laku prihatin dengan berpantang, berdoa, mengurangi tidur, dan bertapa agar mencapai kemuliaan. Banyak saran dan pepatah hidup yang mengarah pada keutamaan di bisikan oleh tokoh ini. Sehingga para resi, pendeta ataupun ksatria yang kuat menjalani laku prihatin, mempunyai semangat pantang menyerah, rendah hati dan berperilaku mulia, yang kuat diemong oleh Janggan Semarasanta. Dapat dikatakan Janggan Semarasanta mempunyai rahmat yang tersembunyi. 


Siapapun juga yang diikutinya, hidupnya akan mencapai puncak kesuksesan yang membawa kebahagiaan abadi lahir batin. Dalam catatan kisah pewayangan, ada 7 orang yang kuat diemong oleh Janggan Semarasanta, yaitu Resi Manumanasa sampai enam keturunannya, Sakri, Sekutrem, Palasara, Abiyasa, Pandudewanata dan sampai Arjuna. 


Jika sedang marah kepada para Dewa, Janggan Semarasanta katitisan oleh eyangnya yaitu Batara Semar. Jika dilihat secara fisik, Semarasanta adalah seorang manusia cebol jelek dan hitam, namun sesungguhnya yang ada dibalik itu ia adalah pribadi dewa yang bernama Batara Semar atau Batara Ismaya.


Karena Batara Semar tidak diperbolehkan menguasai langsung alam dunia, maka ia memakai wadag Janggan Semarasanta sebagai media manitis (tunggal dan menyatu), sehingga akhirnya nama Semarasanta jarang disebut, ia lebih dikenal dengan nama Semar. 


Seperti yang sudah ditulis di atas, Semar atau Ismaya adalah penggambaran sesuatu yang tidak jelas tersamar. Yang ada itu adalah Semarasanta, tetapi sesungguhnya Semarasanta tidak ada. Yang sesungguhnya ada adalah Batara Semar, namun ia bukan Batara Semar, ia adalah manusia berbadan cebol, berkulit hitam yang bernama Semarasanta. Memang benar, ia adalah Semarasanta, tetapi diperbuat bukan semata-mata perbuatan Semarasanta. 
Jika sangat yakin bahwa ia Semarasanta, tiba-tiba berubah keyakinan bahwa ia adalah Batara Semar, dan akhirnya tidak yakin, karena takut keliru. Itulah sesuatu yang belum jelas, masih disamarkan, yang digambarkan pada seorang tokoh Semar. 


Semar adalah sebuah misteri, rahasia Sang Pencipta. Rahasia tersebut akan disembunyikan kepada orang-orang yang egois, tamak, iri, dengki, congkak, dan tinggi hati. Namun dibuka bagi orang-orang yang sabar, tulus, luhur budi, dan rendah hati. Dan orang yang dianugerahi Sang Rahasia, atau Semar, hidupnya akan berhasil di puncak kebahagiaan dan kemuliaan nan abadi.