Prinsip Kerajinan Berbasis Media Campuran

     Dalam membuat suatu kerajinan dengan hanya menggunakan satu jenis bahan mungkin tidak akan berjalan dalam jangka waktu yang panjang. Masalahnya adalah bahan baku yang berkurang ketersediaannya, bentuk produk yang kurang kreatif, dan berkurangnya peminat.

     
Maka untuk mengubah semua itu kita perlu membuat strategi yang akan diterapkan pada proses pembuatannya. Kerajinan berbasis media campuran contohnya.


Strategi yang dapat diterapkan yaitu :

  1. Menggabungkan bahan kerajinan yang tidak mempunyai resiko terjadinya reaksi kimia. Contohnya bahan tersebut mudah berkarat, kurang aman bagi anak-anak, dan mudah luntur.
  2. Menggunakan bahan yang jenisnya beragam dan mudah ditemukan. Bisa disesuaikan pada kebutuhannya.
  3. Mengelompokkan penggunaan bahan alam dengan bahan alam, bahan buatan dengan bahan buatan, maupun campuran bahan alam dan buatan.
  4. Memilih bahan yang memiliki karakteristik yang mendukung terwujudnya keindahan dari produk yang dibuat.


     Apabila strategi sudah disiapkan, selanjutnya kita membuat rancangan produk kerajinan berbasis media campuran. Rancangan tersebut harus mempertimbangkan hal-hal yang akan mendukung suatu proses pembuatan produk, seperti bentuk produk yang akan dibuat. 


A. Menyederhanakan dengan mengurangi atau menambah bentuk produk kerajinan (Stilasi)


     Menyederhanakan bentuk dengan cara mengurangi atau menambah bentuk harus memperhatikan prinsip sebagai berikut :

  1. Produk harus mempunyai kejelasan,  apakah produk tersebut sebagai produk yang memiliki nilai fungsi atau produk yang memiliki nilai keindahan.
  2. Memperhatikan produk dari sisi penyampaian, apakah produk tersebut mengandung pesan informatif atau prestige.
  3. Menyiapkan bahan produk kerajinan yang dibutuhkan setelah perancangan.
  4. Membuat gambaran bentuk produk kerajinan, apakah berbentuk gambar atau berbentuk benda.
  5. Memperhatikan penghematan bahan pembuatan agar produk yang dihasilkan banyak dan menekan sedikit pengeluaran.





     Kerajinan di atas adalah hasil dari penyederhanaan bentuk yang terbuat dari logam kuningan. Biasanya produk tersebut diberi penyangga yang terbuat dari besi agar lebih kuat dan terlihat monumental dengan kayu sebagai alasnya. Penyederhanaan gaya bentuk terlihat pada bagian tiang penyangga. Produk kerajinan tersebut dapat digunakan sebagai kap lampu. 





     Produk kerajinan tersebut adalah kerajinan yang terbuat dari bahan kerang biasanya digunakan sebagai hiasan lemari dan meja. Seiring berkembangnya zaman produk kerajinan tersebut mulai dikreasikan yaitu memadukannya dengan bahan logam sehingga memiliki kesan artistik dan kokoh.


B. Merubah Bentuk Produk Kerajinan Berbasis Media Campuran (Deformasi)



    Selain menyederhanakan bentuk kerajinan berbasis media campuran kita dapat juga menggunakan cara merubah bentuk produk kerajinan menjadi bentuk baru. Proses tersebut dapat disebut juga Deformasi yaitu proses perubahan bentuk yang terjadi secara permanen artinya produk kerajinan tersebut tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula. Selain itu kita juga harus mengimbanginya dengan pengetahuan tentang obyek atau produk asalnya agar perubahan yang dihasilkan sesuai dengan harapan. 



    Produk kerajinan di atas adalah hasil dari perubahan bentuk yang terbuat dari bahan kayu. Biasanya produk tersebut digunakan sebagai kursi, tetapi bentuknya telah megalami perubahan dari bentuk kursi pada umumnya.


    
    Produk kerajinan tersebut juga hasil dari perubahan bentuk yang terbuat dari bahan keramik. Fungsinya sebagai mangkuk, tetapi bentuknya mengalami perubahan terutama pada bagian dalamnya yang terdapat dekorasi. Biasanya produk kerajinan ini digunakan sebagai wadah bunga atau lilin.  


    Itulah prinsip kerajinan berbasis media campuran yang dapat kita terapkan pada proses pembuatan kerajinan. Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat. TERIMA KASIH.